Negara Barat menderita kemerosotan ekonomi. Sementara itu negara lainnya menunjukkan performa ekonomi mereka mencapai ketinggian sepanjang masa, perekonomian negra Barat tidak bisa menyingkirkan inflasi tinggi dan pulih dari gelombang kejut. Menurut majalah Inggris The Economist, banyak negara-negara dan Fed "duduk di genangan air." Publikasi mencatat bahwa inflasi telah mengejutkan negara-negara Barat karena perkiraan yang salah oleh IMF dan bank sentral AS. Sebagai contoh, Federal Reserve disebut "genangan air" karena mengumumkan pada Desember 2020 bahwa selama dua tahun ke depan, harga pokok barang akan naik kurang dari 2%. Mempertimbangkan lingkungan ekonomi yang lebih tenang, perkiraan ini bisa relevan di 2020. Selain itu, Fed dan IMF telah merevisi estimasi mereka beberap akali. Publikasi mengutip pertumbuhan upah yang kuat sebagai alasan lain. Penurunan dalam upah riil bisa memperlambat pengeluaran dan inflasi. Secara khusus, pengalaman terbaru memiliki dampak besar dalam membentuk keyakinan tersebut. Meskipun demikian, hal ini menjelaskan inflasi berkelanjutan.