Menurut Deutsche Wirtschafts Nachrichten (DWN), ekonomi Jerman terjebak di antara dua api, yaitu pandemi virus corona dan konflik Rusia-Ukraina. Ekonomi Jerman pun rusak parah karena kedua faktor itu.
Perwakilan Institut Ekonomi (IW) Jerman menduga bahwa peristiwa-peristiwa besar ini merugikan Jerman hingga €420 miliar. Estimasi mengungkapkan bahwa pandemi dan krisis di Ukraina mendorong ekonomi Jerman kembali ke beberapa tahun lalu dan menyebabkan kerugian besar.
Para peneliti di IW menduga bahwa ekonomi setempat telah berada dalam krisis selama tiga tahun berturut-turut karena kebijakan penguncian wilayah, penurunan daya beli di tengah inflasi tinggi dan gangguan pasokan energi yang disebabkan oleh isu-isu geopolitik.
Menurut estimasi yang disediakan oleh IW, pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina sangat mempengaruhi ekonomi Jerman sepanjang tahun 2020 hingga kini. Terhadap latar belakang ini, ekonomi Jerman telah merugi €420 miliar.
Para analis berpendapat bahwa pada musim dingin ini, ekonomi terbesar zona euro ini akan tergelincir ke dalam resesi. Asosiasi Kamar Dagang dan Industri (DIHK) memprediksi bahwa pada tahun 2023, PDB negara itu akan jatuh 3%. Situasi itu juga diperparah oleh masalah pasokan energi dan komoditas yang disebabkan oleh konflik geopolitik yang berlarut-larut.
Terkait hal ini, permintaan agregat telah menunjukkan kemerosotan. Inflasi mulai melonjak di tengah terbatasnya konsumsi yang didorong oleh beberapa gelombang pandemi virus corona. Hasilnya, daya beli rumah tangga turun tajam sejak tahun 1950an. Selain itu, prospek ekonomi tetap tidak jelas. Itulah mengapa sebagian besar perusahaan menghindari investasi.