Héctor Arenas Neira, duta besar Kolombia untuk Rusia, memperingatkan bahwa harga kopi global akan melonjak di tahun mendatang akibat kemungkinan gagal panen di Kolombia pada 2023. Oleh karena itu, harga minuman kopi ini diperkirakan akan naik di seluruh dunia. Diplomat menjelaskan bahwa beberapa wilayah utama produsen kopi di Kolombia akan mengalami masalah serius, termasuk musim dingin yang buruk. Hal ini mungkin akan mengurangi panen sekitar 50%-57% tahun depan. "Kolombia banyak memproduksi Arabica, ini adalah jenis yang sangat halus, dan produksi kopi telah turun 22%," pejabat resmi menambahkan. Faktor lain yang menambahkan kenaikan harga kopi adalah meningkatnya harga pupuk dan mogoknya logistik, termasuk berkurangnya kontainer pengiriman yang digunakan untuk transportasi pengiriman dari Kolombia. Sulit untuk memprediksi seberapa mahal tepatnya harga kopi, duta besar mencatat. Menurut Bloomberg, pasar kopi global telah menghadapi kekurangan pasokan terbesar dalam m10 tahun terakhir akibat kondisi cuaca yang buruk dan gagal panen di 2022. Pada September, saham kopi dtradingkan di ketinggian sepanjang waktu dari $2,5 per-pon (0,45 kg), ini merupakan nilai tertinggi mereka sejak 2011, beberapa estimasi menunjukkan bahwa produksi kopi di Brazil dan Vietnam akan turun secara signifikan di akhir tahun. Kedua negara dianggap sebagai pemasok kopi tertinggi dalam pasar global. Pada Maret 2022, seiring sanksi anti-Rusia, raksasa manan Swiss Nestle berhenti mengekspor produk Nespresso ke Rusia. Sebelumnya, Lavazza Italila dan Paulig Finlandia juga menghentikan ekspor mereka. Merek-merek ini secara khusus diantara 5 pemasok kopi teratas untuk pasar Rusia.