Menurut Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, tahun depan AS mungkin menghadapi resesi. Janet Yellen menyatakan kekhawatirannya mengenai fakta ini, khawatir jika risiko resesi akan meningkat tajam.
Petinggi Departemen Keuangan AS menduga bahwa pada tahun 2023, ekonomi nasional mungkin merosot ke dalam resesi. Namun, Janet Yellen yakin bahwa resesi yang akan datang bukanlah kondisi yang dibutuhkan untuk inflasi yang lebih rendah. "Selalu ada risiko resesi. Dan terjadi lonjakan dalam perekrutan, membawa orang kembali bekerja," ujar Janet Yellen.
Menteri Keuangan AS itu berpikir bahwa "ekonomi tetap rentan akan guncangan", tapi juga tidak hebat. Pada umumnya, Departemen Keuangan AS menduga bahwa ekonomi nasional cukup stabil dan memiliki sistem perbankan dan sektor bisnis yang kuat.
Penelitian yang dilakukan oleh Institute of International Finance mengungkapkan bahwa pada 2023, ekonomi global akan tumbuh 1,2%. Ini adalah performa yang cukup lemah yang dapat dibandingkan dengan angka-angka yang tercatat selama krisis 2008-2009. Tren seperti ini dapat dijelaskan dengan berbagai faktor geopolitik, termasuk konflik Ukraina. Menurut skenario utama, kebuntuan akan berlangsung hingga 2024. Terkait hal ini, ekonomi global mungkin jatuh ke level-level krisis keuangan sebelumnya.