Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Great Depression baru dan kehancuran S&P 500 mungkin akan terjadi pada tahun 2023

back back next
Humor Forex:::2023-01-06T16:17:03

Great Depression baru dan kehancuran S&P 500 mungkin akan terjadi pada tahun 2023

Tantangan berat di 2022 membuat investor gila, sehingga mereka harus menjilat luka mereka karena kekalahan besar. Pasar saham global dan crypto dilanda gejolak ditengah kegelisahan geopolitik yang menyala. Tidak heran, analis utama datang dengan perkiraan ekonomi suram pada akhir tahun.

Gordon Johnson, pendiri dan CEO dari GLJ Research, memperingatkan bahwa saham Tesla mungkin akan anjlok 60% dari harga pasar saat ini dari $120 menjadi $23 per potong di 2023. Untuk Saat ini, saham perusahaan Elon Musk harus selamat dari krisis permintaan dan persaingan ketat diantara produsen mobil listrik. Menariknya, Gordon Johnson berfikir bahwa Elon Musk yang harus disalahkan atas kinerja samar perusahaannya sendiri saat dia menjual saham bernilai miliaran dolar dan menciptakan drama tentang bisnis Twitternya.

Analis di Saxo Bank bertaruh pada kenaikan pesat emas di 2023 untuk alasan nyata bahwa inflasi hampir tidak melonggarkan cengkeramannya di AS dan seluruh dunia. Dalam konteks ini, logam mulai diharapkan akan meroket hingga $3.000 per troy ons. Sementara itu, emas trading sekitar $1.800 per troy ons.

Para ahli juga memprediksi kekacauan pada pasar saham AS yang akan menetapkan kejatuhan S&P 500 yang dipandang sebagai barometer keuangan dari perekonomian AS. Indeks jatuh 20% di 2022. Analis memperkirakan tren bearish kuat dalam S&P 500 bank investasi Truist yang berbasis di AS memperhitungkan bahwa indeks akan mencapai titik terendah di 3.400.

Perekonomian AS menghadapi Great Depression baru karena Federal Reserve tidak menyadari gravitasi dari sinyal deflasi. Menurut CEO Ark invest Cathie Wood, pertumbuhan ekonomi AS mungkin akan rendah hingga sedemikian rupa sehingga PDB bisa melemah ke suku bunga yang tercatat sebelum Greatt Depression, krisis paling parah di awal abad ke-20.

Kembali di 1929, Federal Reserve mendorong suku bunga dengan tajam untuk mengambil tindakan terkait aktivitas spekulasi. Namun, di tahun 1930, Kongres menetapkan tarif lebih dari 50% pada 20.000 barang dagangan. Pergerakan ini membebaskan Great Depression di AS dan perekonomian global. Para ahli memperingatkan bahwa kondisi terkini yang serupa pada perekonomian AS adalah pertanda buruk. Jika bank sentral tetap pada pengetatan agresif seperti di 2022, skenario di 1920 bisa terulang kembali.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...