Swiss mencatatkan penurunan terbesar dalam cadangan devisa pada tahun 2022, Swiss National Bank mengatakan. Posisi kedua dalam anti-ranking diambil oleh Tiongkok, yang cadangannya juga merosot.
Dalam 10 bulan 2022, Swiss kehilangan cadangan devisa senilai $226,6 miliar. Haslinya, negara itu keluar dari daftar negara-negara triliuner. Tiongkok melaporkan kerugian sebesar $211,5 miliar, dengan itu mengambil posisi kedua. Posisi ketiga menjadi milik Jepang, yang kehilangan $211,2 miliar cadangan internasional. Singapura datang di posisi keempat, yang cadangannya turun $135,6 miliar. India menutup daftar 5 besar dengan kehilangan $102,5 miliar.
Menurut para pakar, Rusia berperingkat keenam karena cadangannya turun hingga $83,4 miliar. Hong Kong berada di posisi ketujuh dalam daftar (dengan kehilangan $79,7 miliar) diikuti oleh Korea Selatan ($49,1 miliar), Thailand ($44,1 miliar0, dan Inggris Raya ($42,9 miliar).
Negara-negara lain juga kehilangan bagian besar dari cadangan devisa mereka. Republik Ceko menyaksikan penurunan sebesar $41,7 miliar, Brazil - $36,7 miliar, Israel - $24,4 miliar, Jerman - $23,9 miliar, Italia - $20,8 miliar, Prancis - $19,2 miliar, dan AS - $18,7 miliar.
Sebagai tambahan, penurunan tajam cadangan devisa dari segi nilai tercatat di Sri Lanka (46%), Pakistan (43%), Selandia Baru (38%), Mongolia (36%), dan Panama (31%). Dari segi persentase, Swiss memangkas 20% cadangannya, Republik Ceko dan Yunani - 24%, Jepang - 15%, dan Tiongkok - 6%.
Bagaimanapun, sejumlah ekonomi berhasil meningkatkan volume cadangan devisa. Namun, tidak ada yang dapat menambah cadangannya lebih dari $10 miliar, para pakar menunjukkan. Kenaikan signifikan terlihat di Arab Saudi ($7,8 miliar), Turki ($2,3 miliar), Qatar ($1,9 miliar) dan Afrika Selatan ($1,1 miliar).