Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bahwa Turki akan segera tidak lagi bergantung pada impor energi dari negara lain.
Menurut Erdogan, Turki telah melipatgandakan kapasitas terpasang pada sektor energi, memperluas kapasitas terpasang energi terbarukan hingga 65%, serta menyediakan akses ke gas alam untuk 81 provinsi. Sang kepala negara juga menyatakan bahwa Turki akan berusaha untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungannya pada energi asing.
Pemerintah Turki mengalihkan fokua pada beberapa proyek yang akan membantu mencapai tujuan ini, contohnya seperti mengembangkan ladang gas alam di Laut Hitam dan meluncurkan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki yang berlokasi di Akkuyu. PLTN Akkuyu dibangun oleh perusahaan energi asal Rusia Rosatom.
Selanjutnya, menurut pernyataan yang sebelumnya disampaikan pejabat Turki , Turki sedang mencari diskon 25% untuk impor gas dari Rusia. Ankara menginginkan diskon berlaku untuk pembayaran pada tahun 2022 dan 2023. Turki berencana untuk meminta penangguhan pembayaran hingga tahun 2024 jika tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Rusia, disampaikan oleh para pejabat di sana.
FX.co ★ Turki berusaha mencapai ketahanan energi
Humor Forex:::