Sementara energi ramah lingkungan mendapatkan momentum, yang menunjukkan bahwa sumber energi konvensional harus digantikan dengan energi alternatif, permintaan dunia terhadap minyak terus meningkat. Banyak analis yang mengakui bahwa bahkan negara-negara maju, yang mengagendakan energi ramah lingkungan, terus menggunakan minyak dan batu bara. Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) meyakini bahwa permintaan minyak mentah akan meningkat. Dalam World Oil Outlook 2023, OPEC mengatakan bahwa mereka memperkirakan permintaan energi dunia akan meningkat sebesar 16% dan mencapai 116 juta barel per hari pada tahun 2045. Secara khusus, organisasi ini menaikkan perkiraan terhadap permintaan minyak global dalam jangka menengah dan jangka panjang, memprediksi 6 juta barel per hari lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan tahun lalu. "Permintaan tambahan terbesar selama periode prakiraan dari tahun 2022 hingga 2045 diproyeksikan untuk sektor transportasi jalan raya, petrokimia, dan penerbangan," demikian bunyi laporan WOO. Negara-negara Asia-Pasifik akan tetap menjadi konsumen minyak utama. Sebagai contoh, OPEC memperkirakan bahwa permintaan komoditas di India akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 12 juta barel per hari pada tahun 2045. Di Tiongkok, permintaan kemungkinan akan melonjak sebesar 26% atau 4 juta barel per hari.