Baru-baru ini, sebagian besar perkiraan telah direvisi turun. Namun, ada satu pengecualian. Oleh karena itu, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan prospek inflasi sebelumnya.
Dalam sebagian besar kasus, revisi ke atas merupakan faktor positif, namun dalam kasus inflasi, situasinya justru sebaliknya. “IMF meningkatkan proyeksi laju kenaikan harga konsumen di seluruh dunia menjadi 5,8% untuk tahun depan dalam World Economic Outlook, naik dari 5,2% yang terlihat tiga bulan lalu,” tulis Bloomberg. “Di banyak negara, IMF, sebuah lembaga yang bertugas memantau kesehatan perekonomian global, memperkirakan inflasi akan tetap berada di atas target bank sentral hingga tahun 2025.” Para analis memperingatkan bahwa dalam jangka menengah, faktor ini dapat melemahkan laju pertumbuhan PDB global yang sudah rendah. IMF memperkirakan perekonomian global akan mengalami kenaikan sebesar 2,9% pada tahun 2024, dibandingkan perkiraan kenaikan sebesar 3% sebelumnya.
Pierre-Olivier Gourinchas, kepala ekonom IMF, meminta otoritas moneter di berbagai negara untuk tetap pada pendirian mereka saat ini. “Kebijakan moneter harus tetap ketat di sebagian besar negara sampai inflasi dapat mencapai targetnya,” jelas Pierre-Olivier Gourinchas. “Kami belum mencapai target.”