Para pakar di BofA Global Research dengan berani memprediksi akhir dari rangkaian kenaikan suku bunga Federal Reserve, tetapi mereka juga menyatakan bahwa Fed masih memiliki ruang untuk manuver. Pernyataan ini menandai titik balik dalam narasi kebijakan moneter AS yang sedang berlangsung, mencampurkan optimisme hati-hati dengan sedikit ketidakpastian.
Para analis di BofA Global Research, yang menafsirkan sejumlah indikator ekonomi terkini, menyatakan bahwa Fed kemungkinan tidak akan mengejar kenaikan suku bunga lebih lanjut. Penilaian ini didasarkan pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Oktober dari Amerika Serikat, yang tetap pada level yang sama sejak September 2023. Stagnasi pertumbuhan CPI ini, setelah kenaikan pada bulan sebelumnya, dianggap sebagai faktor kunci yang memengaruhi proses pengambilan keputusan oleh Fed.
Pasar, sebagai respons terhadap perkembangan ini, bersiap menghadapi fase baru kebijakan moneter. Para pelaku pasar semakin mengantisipasi pergeseran menuju penurunan suku bunga secepatnya pada bulan Mei 2024. Harapan ini mencerminkan pembalikan signifikan dari tren sebelumnya yang menunjukkan kenaikan suku bunga.
Awalnya, BofA mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan Desember tahun ini. Namun, pandangan ini telah berkembang, dengan konsensus saat ini yang menunjukkan kemungkinan bahwa pertemuan Desember akan lebih fokus pada arah kebijakan masa depan daripada kenaikan suku bunga segera. Perubahan sudut pandang ini mencerminkan penilaian lebih luas terhadap lanskap ekonomi dan prioritas kebijakan Federal Reserve.
Namun, tidak semua lembaga keuangan memiliki pandangan yang sama dengan BofA. Barclays Bank menyatakan sikap yang lebih hati-hati, mengisyaratkan bahwa siklus kenaikan suku bunga mungkin belum pasti berakhir. Para analis Barclays memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga selanjutnya pada bulan Januari 2024. Pandangan yang berbeda ini didasarkan pada keyakinan bahwa relaksasi tekanan harga, seperti yang diisyaratkan oleh beberapa pihak, mungkin terlalu dibesar-besarkan. Barclays merujuk pada terus kuatnya aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja sebagai faktor yang dapat membenarkan kewaspadaan terus menerus terhadap inflasi dan penyesuaian suku bunga lebih lanjut.