Industri mata uang crypto memberikan banyak ruang untuk aktivitas penipuan, yang sering kali dieksploitasi oleh pelaku kesalahan, seperti yang terlihat dalam kasus bagi-bagi token palsu yang meniru identitas Elon Musk. Penipu mata uang crypto mendapatkan keuntungan tak terduga dari berita peluncuran roket luar angkasa baru yang paling kuat di dunia. Mereka mengumumkan bagi-bagi aset digital atas nama Elon Musk, yang merupakan pemilik Tesla dan SpaceX. Khususnya, acara ini ternyata merupakan penipuan. Peristiwa ini terjadi pada 18 November 2023. Untuk mengikuti giveaway cryptocurrency, pengguna awalnya diminta mengirimkan token ke alamat donasi dan menunggu transaksi diproses. Setelah itu, mereka dijanjikan untuk menerima kembali aset digital mereka ke dompet mereka bersama dengan bonus 200%. Para penipu melakukan siaran langsung dengan menggunakan unsur rekayasa sosial. Tindakan mereka berhasil, karena banyak outlet berita menjadi korban penipuan dan memasang tautan ke siaran palsu di situs web mereka. Laporan pertama mengenai investigasi aktivitas kriminal ini dibuat oleh tim BitOK. Mereka menyatakan siap memantau situasi dan menawarkan bantuan kepada semua pihak yang terkena dampak. Skema penipuan ini terbukti sulit dideteksi karena penipu menyamar sebagai CEO Ripple. Penyamaran ini memungkinkan mereka melakukan pemberian token palsu. Penting untuk diingat bahwa penyalahgunaan dalam bidang mata uang digital tidak jarang terjadi. Menurut data bank Inggris Lloyds, dari Januari hingga September 2023, jumlah pengaduan terkait penipuan mata uang crypto meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2022.