Lira Turki tengah menghadapi instabilitas baru karena belakangan ini turun ke level terendah yang belum pernah dicapai sebelumnya di 29 lira per $1, yang menandai babak baru dalam tantangan keuangan. Situasi ini berdampak buruk bagi lira Turki, yang tampaknya terjebak dalam siklus bearish tanpa akhir. Pada Senin, 11 Desember, mata uang Turki mengalami penurunan signifikan selama sesi perdagangan, dengan turun ke level terendah baru. Lira yang sebelumnya bernilai 28,95 per $1 pada awal sesi, dengan cepat memburuk ke 29,01 lira per $1. Pada awal tahun ini, lira mempertahankan posisi yang relatif stabil, diperdagangkan di 21 lira per $1 pada awal musim panas dan 13,5 lira para awal tahun. Setelahnya, lira bergabung dengan ruble Rusia dan peso Argentina di peringkat dasar daftar performa pasar berkembang (emerging markets). Menurut para ahli, pada awal November 2023, lira Turki merosot ke titik terendah sepanjang masa 28,6 lira per $1. Para analis mengaitkan penurunan drastis ini kepada kebijakan moneter yang tidak pernah berubah dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Presiden itu selama ini menjadi pendukung teori ekonomi inkonvensional, yang mendorong pengurangan suku bunga untuk mengekang inflasi. Pendekatan ini telah memicu depresiasi signifikan mata uang nasional dan spiral inflasi yang dalam. Setelah terpilih kembali menjadi presiden, Erdogan merombak kepemimpinan bank sentral, yang menghasilkan stabilisasi. Pada akhir Oktober, tingkat inflasi tahunan melambat ke 61,3%. Dalam menangani tantangan-tantangan ekonomi ini, bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk yang keenam kalinya secara berurutan pada akhir musim gugur, sehingga membawa inflasi ke level 40% dari 45%. Bank memperkirakan bahwa pada akhir 2023, inflasi tahunan akan mencapai 65% tapi mengantisipasi penurunan ke 33% pada 2024 dan terus turun ke 15% pada 2025.
FX.co ★ Lira Turki hadapi penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya
Humor Forex:::