Menurut Bank Sentral Turki, suku bunga acuan telah dinaikkan sebesar 250 bps menjadi 42,5% dari 40% per tahun. Pada saat yang sama, suku bunga masih dapat tumbuh. Para analis dari Trading Economics memperkirakan bahwa suku bunga acuan sebelumnya berada di atas level ini lebih dari 20 tahun yang lalu. Pada bulan April 2023, suku bunga acuan mencapai 44% kemudian turun menjadi 41%. Dalam hal ini, harapan sesuai dengan kenyataan. Beberapa analis, terutama dari Standard Chartered, memperkirakan kenaikan yang lebih signifikan yaitu sebesar 500 bps. Bank Sentral Turki berencana untuk menyelesaikan siklus pengetatan kebijakan moneter dengan laju yang dipercepat. Regulator memperkirakan bahwa tingkat permintaan domestik saat ini, inflasi yang berkepanjangan di sektor jasa, dan risiko geopolitik mendukung tekanan inflasi. Namun, data makroekonomi terbaru menunjukkan bahwa permintaan domestik secara bertahap menurun akibat ketatnya kebijakan moneter yang berkepanjangan memengaruhi kondisi keuangan. Perwakilan Bank Sentral Turki meyakini bahwa harapan inflasi dan harga konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ketatnya kebijakan moneter regulator Turki mendekati level yang dapat menyebabkan deflasi. Di tengah latar belakang ini, Bank Sentral Turki harus melambatkan laju, meskipun belum membicarakan pelonggaran kebijakan moneter.