Menurut badan statistik Jerman, Destatis, perekonomian terbesar di Eropa tersebut mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada tahun 2023. Sayangnya, produk domestik bruto Jerman telah menyusut, terlepas dari langkah-langkah stimulus yang besar dan kebijakan fiskal yang mendukung. Para analis di Destatis mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan perlambatan perekonomian Jerman yang dikenal sebagai pusat perekonomian Uni Eropa.
Revisi PDB sesuai dengan perkiraan awal pemerintah. Sebelumnya pada akhir bulan September, mengutip sumber informasi, Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Jerman menurunkan prakiraan mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Prakiraan sebelumnya menunjukkan bahwa PDB dapat meningkat sebesar 0,4% hingga tahun 2023. Namun, gambaran mendasar berubah secara drastis pada bulan September. Para analis harus merevisi prakiraan mereka sebelumnya dan membuat kesimpulan sebaliknya. Mereka memperingatkan bahwa perekonomian domestik mungkin turun 0,3% sepanjang tahun 2023.
CEO Destatis, Dr. Ruth Brand, menunjukkan serangkaian faktor merugikan yang melumpuhkan perekonomian Jerman seperti inflasi yang sangat tinggi, kenaikan suku bunga yang agresif oleh otoritas moneter, dan penurunan permintaan domestik dan luar negeri terhadap produk-produk buatan Jerman.
Pada akhir bulan November, para analis Destatis melaporkan bahwa tingkat produksi di sektor-sektor ekonomi utama Jerman telah menurun. Misalnya, output di sektor manufaktur, tidak termasuk sektor konstruksi, anjlok sebesar 3,8% pada kuartal ketiga tahun 2023 dibandingkan tahun lalu. Ekspor juga turun pada tingkat yang sama pada kuartal Juli – September.