Politico melaporkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan staf ECB atas pemerintahan Presiden Christine Lagarde. Majalah ini merujuk pada survei yang dilakukan oleh serikat pekerja ECB. Keluhan umum dari para pejabat ECB adalah mengenai sikap Lagarde yang suka memerintah, tidak adil, dan organisasi rutin yang buruk.
Berdasarkan survei terbaru, sebanyak 50,6% responden mendefinisikan bahwa kinerja Lagarde secara keseluruhan dalam paruh pertama masa jabatannya selama delapan tahun adalah negatif. Tepatnya, sebanyak 20,1% staf menilai bahwa kinerja Lagarde "sangat buruk" dan sebanyak 30,5% lainnya menilai "buruk". Selain itu, sebanyak 24,2% responden menilai kepemimpinannya "biasa-biasa saja". Menariknya, sebanyak 12,3% staf menganggap kinerjanya "baik-baik saja". Sebagian kecil responden menyetujui kepemimpinannya, dengan rincian 8% responden menilai kinerjanya "sangat baik" dan 2,6% menilainya sebagai pemimpin yang "luar biasa".
Komentar-komentar dalam survei tersebut menunjukkan bahwa para staf ECB tidak senang dengan keterlibatan Lagarde yang berlebihan dalam politik dan menyalahgunakan mandatnya untuk melanjutkan agenda pribadinya. Survei serupa juga pernah dilakukan pada masa jabatan Mario Draghi, Presiden ECB sebelumnya. Jajak pendapat tersebut menunjukkan gambaran yang berlawanan. Pada akhir masa jabatan Draghi, hanya 20% staf ECB yang menilai kinerjanya "buruk" dan 54% lainnya menilai "sangat baik" dan "luar biasa".
Survei terbaru ini dilakukan sejak tanggal 12 hingga 22 Desember dan memuat 1.159 respons dari staf ECB.