Memperoleh kembali pertumbuhan ekonomi merupakan tugas yang menantang, terutama bagi Eropa. Namun, negara-negara Eropa tidak menyerah dan siap menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan.
Menurut para analis, perekonomian kawasan euro menunjukkan tanda-tanda tentatif pemulihan dan peningkatan tekanan inflasi, yang mungkin memaksa ECB untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, pada tingkat yang cukup tinggi.
S&P Global menyatakan bahwa PMI gabungannya, indikator yang memberikan wawasan berharga mengenai kesehatan ekonomi secara keseluruhan, meningkat hingga 47,9 pada bulan Januari, menandai angka terbaik sejak Juli 2023. Namun, angka tersebut masih di bawah ambang batas 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dan kontraksi.
Data juga menunjukkan bahwa pengeluaran UE tumbuh lebih cepat daripada pendapatan pada bulan pertama tahun 2024. Sementara itu, indeks yang mengukur permintaan meningkat tajam tetapi tetap berada di bawah breakeven. Indeks harga output naik hingga 54,2 poin.
Hal ini mengindikasikan ECB ragu menurunkan suku bunganya. Dengan meningkatnya harga input dan output di sektor jasa, regulator kemungkinan tidak akan mulai melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Selain itu, PMI yang mencakup industri jasa yang dominan di blok tersebut anjlok ke angka 48,4.