Bank sentral India memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utamanya dan fokus pada penarikan akomodasi untuk menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan. Komite kebijakan moneter Reserve Bank of India dengan suara bulat memilih untuk mempertahankan policy repo rate tetap sebesar 6,50 persen. Pasar banyak memperkirakan kenaikan seperempat poin. Bank telah menaikkan policy repo rate secara kumulatif sebesar 250 basis poin dalam sebelas bulan terakhir mulai Mei 2022. Suku bunga fasilitas simpanan tetap sebesar 6,25 persen sementara marginal standing facility rate dan Suku Bunga Bank sebesar 6,75 persen. Gubernur RBI, Shaktikanta Das, mengatakan bank akan terus waspada terhadap evolusi inflasi dan pertumbuhan, serta tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut yang mungkin diperlukan dalam rapat mendatang. “Secara keseluruhan, inflasi berada di atas target dan mengingat levelnya saat ini, tingkat kebijakan saat ini masih dapat dianggap akomodatif,” ujar Das. MPC memberikan suara 5-1 untuk tetap fokus pada penarikan akomodasi untuk memastikan bahwa inflasi semakin sejalan dengan target, sambil mendukung pertumbuhan. RBI menurunkan perkiraan inflasi untuk 2023-24 menjadi 5,2 persen dari 5,3 persen. Gubernur tersebut mengatakan kegiatan ekonomi tetap tangguh dan pertumbuhan PDB riil diperkirakan 7,0 persen pada 2022-23. Pada saat yang sama, pertumbuhan PDB riil untuk tahun 2023-2024 diproyeksikan sebesar 6,5 persen, yang direvisi naik dari 6,4 persen.