Nilai dolar AS telah bergerak naik selama trading hari Kamis, kembali pulih setelah bergerak lebih rendah di awal sesi.
Indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada perdagangan pagi dan tetap naik 0,47 poin atau 0,5 persen di 103,63.
Sementara itu, greenback diperdagangkan di 145,90 yen melawan 146,24 yen yang di capai pada penutupan perdagangan New York hari Rabu. Terhadap euro, dolar senilai $1,0843 dibandingkan dengan $1,0923 kemarin.
Kenaikan dolar muncul ditengah optimisme berlanjut mengenai Federal Reserve yang membiarkan suku bunga tidak berubah setelah Departemen Perdagangan merilis laporan yang menunjukkan pertumbuhan harga konsumen di AS melaju selaras dengan estimasi ekonom pada bulan Juli.
Departemen Perdagangan mengatakan tingkat tahunan dari pertumbuhan harga konsumen naik 3,3 persen pada bulan Juli dari 3,0 persen pada bulan Juni. Merupakan pertumbuhan tercepat yang sesuai dengan ekspektasi.
Angka inflasi juga menunjukkan harga konsumen naik 0,2 persen pada basis bulanan di bulan Juli, cocok dengan kenaikan pada bulan Juni serta estimasi ekonom.
Laporan juga mengatakan tingkat pertumbuhan tahunan pada harga konsumen inti, diluar harga makanan dan energi, naik menjadi 4,2 persen pada bulan Juli dari 4,1 persen pada bulan Juni. Kenaikan sedang juga cocok dengan ekspektasi.
Harga konsumen inti naik 0,2 persen pada basis bulanan pada bulan Juli setelah naik 0,2 persen pada bulan Juni, sesuai dengan estimasi.
Angka pada harga-harga belanja konsumsi pribadi dikatakan sebagai alat pengukur inflasi pilihan Federal Reserve.
“Inflasi PCE pada bulan Juli berada pada tingkat moderat untuk dua bulan berturut-turut, memberikan landasan yang kuat bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan depan,” kata Chris Low dan Will Compernolle, Kepala Ekonom Keuangan dan Ahli Strategi Makro FHN.
Mereka menambahkan, "Ada satu lagi laporan CPI sebelum pertemuan FOMC bulan September (yang disampaikan selama periode tenang sebelum pertemuan) yang dapat menggeser kepercayaan inflasi FOMC ketika menetapkan proyeksi suku bunga dan inflasi untuk tahun depan."