Sentimen ekonomi Jerman di luar dugaan membaik pada bulan September karena suku bunga diperkirakan mencapai puncaknya di kawasan euro dan AS, namun penilaian para ahli pasar keuangan terhadap situasi saat ini berubah menjadi lebih pesimistis, data survei dari Pusat Penelitian Ekonomi Eropa ZEW-Leibniz menunjukkan Selasa. Indikator Sentimen Ekonomi ZEW secara tak terduga naik ke level tertinggi tiga bulan di -11,4 pada bulan September dari -12,3 pada bulan Agustus. Skornya diperkirakan turun menjadi -15. Sebaliknya, indeks situasi saat ini menurun tajam menjadi -79,4 dari -71,3 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan skor terendah dalam tiga tahun dan juga lebih lemah dari perkiraan -75,0. “Prospek ekonomi yang lebih cerah bagi Jerman sejalan dengan pandangan yang lebih optimis terhadap perkembangan pasar saham internasional,” ujar Presiden ZEW Achim Wambach. “Hal ini, setidaknya sebagian, disebabkan oleh meningkatnya proporsi responden yang mengantisipasi stabilnya suku bunga di zona euro dan Amerika Serikat,” tambah Wambach. Selain itu, para ahli memperkirakan kebijakan suku bunga Tiongkok akan dilonggarkan lebih lanjut. Kepercayaan para pakar pasar keuangan terhadap kawasan euro menunjukkan penurunan pada bulan September. Indeks terkait turun 3,4 poin menjadi -8,9. Demikian pula, indeks situasi saat ini turun 0,6 poin menjadi -42,6 pada bulan September. Perkiraan UE Kawasan Euro akan mencatat pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan pada tahun ini dan tahun depan karena kenaikan harga konsumen terus membebani permintaan domestik dan pengetatan kebijakan moneter berdampak pada perekonomian. Dalam perkiraan sementara musim panas, UE memproyeksikan blok mata uang yang beranggotakan 20 negara tersebut akan tumbuh 0,8 persen pada tahun 2023 dan 1,3 persen pada tahun depan. Perekonomian Jerman diperkirakan mengalami kontraksi 0,4 persen tahun ini namun tumbuh 1,1 persen tahun depan.