Bank sentral Jepang tidak mengubah stimulus kebijakan moneternya yang besar pada hari Jumat dan para pengambil kebijakan tetap bersikap dovish bahkan ketika inflasi terus berada di atas target dan semua bank sentral utama hampir mencapai akhir siklus pengetatan mereka. Pada akhir pertemuan dua hari pada hari Jumat, dewan kebijakan Bank of Japan, yang dipimpin oleh Gubernur Kazuo Ueda, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga negatif sebesar 0,1 persen pada rekening giro yang dikelola lembaga keuangan di bank sentral. Dewan BoJ juga memilih untuk mempertahankan batas imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun pada kisaran nol persen. “Dengan ketidakpastian yang sangat tinggi seputar perekonomian dan pasar keuangan di dalam dan luar negeri, Bank Sentral akan dengan sabar melanjutkan pelonggaran moneter sambil dengan cepat merespons perkembangan aktivitas ekonomi dan harga serta kondisi keuangan,” kata BoJ dalam sebuah pernyataan. Pada konferensi pers, Ueda mengatakan para pengambil kebijakan tidak dapat memperkirakan kapan inflasi akan kembali ke target 2 persen secara berkelanjutan dan menyesuaikan tingkat suku bunga negatif. Data resmi hari ini menunjukkan bahwa inflasi tidak termasuk makanan segar tetap tidak berubah pada 3,1 persen pada bulan Agustus. Angka ini masih berada di atas target 2 persen selama 17 bulan berturut-turut. Inflasi harga konsumen secara keseluruhan sedikit melambat menjadi 3,2 persen dari 3,3 persen pada bulan Juli. BoJ kemungkinan akan melakukan perubahan kebijakan lagi pada bulan Oktober dan melakukan upaya kenaikan suku bunga pertama pada kuartal kedua tahun depan, kata ekonom ING Min Joo Kang. Ekonom tersebut mengatakan harga konsumen akan tetap berada di atas proyeksi bank sentral dan tanda-tanda yang lebih jelas dari tekanan sisi permintaan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan, sehingga BoJ setidaknya dapat mengubah kebijakan pengendalian kurva imbal hasil. Ekonom Capital Economics, Marcel Thieliant memperkirakan BoJ akhirnya akan menghentikan suku bunga negatif pada pertemuan bulan Januari dan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi +0,1 persen. Ekonom tersebut mengatakan bank tersebut hanya akan menghapuskan YCC pada pertengahan tahun depan.