Harga minyak mentah naik dengan tajam pada hari Rabu setelah data menunjukkan penurunan tidak terduga pada pasokan minyak mentah AS dalam sepekan yang berakhir pada 22 September menambahkan kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan ditengah pemangkasan produksi oleh OPEC dan sekutu
Saham minyak mentah West Texas Intermediate untuk November naik $3,29 atau sekitar 3,6% dan akan ditetapkan pada $93,68 per barel, merupakan penyelesaian tertinggi sejak 29 Agustus, 2022.
Saham minyak mentah Brent naik $1,98 atau sekitar 2,1% pada $94,41 per barrel beberapa saat lalu.
Data yang dirilis oleh U.S. Energy Information Administration (EIA) pagi ini menunjukkan cadangan minyak mentah di AS turun 2,169 juta barel selama sepekan yang berakhir pada 22 September, seiring ekspektasi kenaikan 0,9 juta barrel.
Cadangan bahan bakar naik 1,027 juta barel minggu lalu, melawan prakiraan penurnan 0,5 juta barel. Sementara itu, cadangan penyulingan naik 0,398 juta barel melawan penarikan 1 juta barel yang diperkirakan.
Data juga mengatakan cadangan Cushing turun ke level terendah sejak Juli 2022.
The American Petroleum Institute pada hari Selasa melaporkan cadangan minyak mentah AS naik 1,586 juta barel selama sepekan yang berakhir pada 22 September, melawan ekspektasi penurunan kecil.
"Minyak mentah Brent saat ini hanya beberapa dolar dari level harga $100, yang bisa melihat momentum lebih jauh pembelian jika pimpinan global tidak melakukan apapun untuk mencoba penurunan harga," ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. "Pemerintahan Biden tidak diragukan lagi menginginkan harga energi lebih rendah mengingat lebih dari satu tahun sejak pemilihan presiden, namun mencatat level rendah dari SPR hanya akan memberikan bantuan sementara."