Harga emas terus naik pada hari Senin karena pembelian safe haven di tengah meningkatnya krisis geopolitik di Timur Tengah, dimana Israel dan kelompok militan Palestina Hamas terlibat dalam pertempuran sengit. Emas juga didukung oleh harapan bahwa Federal Reserve mungkin menghentikan kenaikan suku bunga setelah data menunjukkan pertumbuhan upah di AS melambat pada bulan September, meskipun perekonomian mengalami penambahan lapangan kerja yang lebih besar daripada perkiraan pada bulan tersebut. Dolar memangkas kenaikan sebelumnya dan menuju garis datar. Indeks dolar naik ke level tertinggi 106.60 di sesi Asia karena daya tarik safe haven, tetapi saat ini telah turun menuju 106,08, hanya naik sedikit dari penutupan sebelumnya. Emas berjangka untuk bulan Desember ditutup naik sebesar $19,10 pada $1.864,30 per ounce. Perak berjangka untuk bulan Desember ditutup naik $0,201 pada $21,924 per ounce, sementara tembaga berjangka untuk bulan Desember ditutup pada $3,6460 per pon, naik $0,0185. “Harga emas naik karena risiko geopolitik baru yang membuat investor berebut mencari aset-aset safe-haven di saat pasar obligasi AS ditutup. Perang Israel-Hamas mengejutkan pasar dan risikonya meningkat sehingga hal ini dapat menyebar lebih jauh ke seluruh Timur Tengah,” ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. “Emas saat ini memiliki titik dasar di level $1.920 dan nampaknya dibutuhkan badai sempurna dari pembacaan/ekspektasi inflasi yang panas dan bagi bank-bank besar untuk memberikan pandangan optimis terhadap konsumen, untuk menegaskan kembali tren bearish,” Moya menambahkan. Data inflasi, yang akan dirilis akhir minggu ini, dapat berdampak signifikan terhadap prospek suku bunga di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan lebih lama menahan suku bunga pada level yang lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.