Harga minyak mengalami sedikit kenaikan pada hari Selasa setelah turun lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya menyusul laporan bahwa AS mungkin akan melonggarkan sanksi terhadap Venezuela. Patokan minyak mentah berjangka Brent naik setengah persen menjadi $90.08 per barel, sementara minyak mentah berjangka WTI naik 0.3 persen menjadi $85.55. Harga minyak mendapat dukungan di tengah kekhawatiran bahwa perang Israel-Hamas mungkin meluas ke luar wilayah Israel-Palestina. Terkait konflik kedua negara tersebut, dilaporkan bahwa penembakan besar-besaran terjadi di dekat tempat perlindungan sipil di Gaza meskipun telah adanya pesan peringatan internasional. Presiden AS, Joe Biden, berencana mengunjungi Israel pada hari Rabu untuk menunjukkan solidaritas dan mencoba mempengaruhi jalannya perang melawan Hamas. Sementara itu, Bank Sentral Eropa sedang mengamati harga energi dan dampak dari konflik Israel-Hamas, seperti yag diungkapkan oleh Presiden ECB, Christine Lagarde, kepada para menteri keuangan kawasan euro. Di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan global, para pedagang juga menunggu serangkaian data Tiongkok, termasuk laporan PDB, penjualan ritel, dan produksi industri pada hari Rabu untuk mengetahui arah. Berita lainnya, dalam sebuah pengumuman penting, Libya mengatakan akan meningkatkan produksi minyaknya menjadi dua juta barel per hari sebelum akhir dekade ini.