Sektor manufaktur di Indonesia melanjutkan perluasan pada Oktober, meskipun pada laju yang lebih lambat, survei terkini dari S&P Global diungkapkan hari Rabu dengan angka PMI manufaktur di 51,5.
Hal tersebut turun dari 52,3, meskipun tetap di atas garis atas atau bawah dari 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.
Berkontribusi dengan penurunan pada angka PMI adalah perlambatan dalam pertumbuhan produksi pada Oktober. Saat masih kuat, suku bunga dimana berkembangnya produksi adalah yang terlemah dalam empat bulan.
Hal ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan penjualan yang lebih lambat pada Oktober, dengan bukti anekdot yang menunjukkan bahwa beberapa produsen mengalami kondisi permintaan lebih lemah pada awal kuartal akhir. Selain itu, permintaan luar negeri memburuk, mengakibatkan sedikit penurunan pada pesanan baru dari luar negeri.