Pada hari Senin, harga minyak berjangka ditutup naik berkat dukungan dari Rusia dan Arab Saudi yang mengonfirmasi bahwa mereka akan terus memangkas produksi dan pasokan secara sukarela hingga akhir tahun. Laporan bahwa ekspor minyak Iran telah turun selama dua bulan berturut-turut pada bulan Oktober juga berkontribusi pada kenaikan harga minyak. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk bulan Desember ditutup naik sebesar $0,31 atau sekitar 0,4% pada $80,82 per barel. Minyak mentah berjangka Brent naik $0,48 atau 0,57% menjadi $85,37 per barel beberapa waktu lalu. Baik Minyak Mentah WTI berjangka maupun Minyak Mentah Brent telah merosot sekitar 6% pada minggu lalu karena kekhawatiran atas prospek permintaan energi global lebih besar daripada potensi gangguan pasokan akibat kerusuhan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pada hari Minggu, Arab Saudi mengonfirmasi bahwa mereka akan terus melakukan pengurangan tambahan secara sukarela sebanyak 1 juta barel per hari pada bulan Desember. Rusia telah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pengurangan sukarela tambahan sebesar 300.000 barel per hari dari ekspor minyak dan produk minyak bumi hingga akhir bulan depan.