Harga emas melemah pada hari Jumat dan diperkirakan mengalami penurunan mingguan sekitar 2 persen setelah serangkaian komentar hawkish dari para pengambil kebijakan Fed, ECB dan BoE. Menurunnya kekhawatiran atas perang Israel-Hamas juga mengurangi permintaan emas batangan. Emas di pasar spot tergelincir 0,2 persen menjadi $1,954.86 per ounce, sementara emas berjangka AS turun setengah persen menjadi $1,959.55. Dolar menguat dan imbal hasil Treasury melonjak menyusul lemahnya penjualan obligasi 30 tahun dan komentar Ketua Fed Jerome Powell bahwa bank sentral AS "tidak akan ragu" untuk melanjutkan menaikkan suku bunga jika diperlukan. Powell mengatakan bahwa inflasi telah melambat selama setahun terakhir, namun proses untuk menurunkan inflasi secara berkelanjutan hingga 2 persen masih memerlukan perjalanan yang panjang. Di tempat lain, Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan dalam sebuah wawancara surat kabar bahwa terlalu dini untuk membahas penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa. Kepala Ekonom Bank of England Huw Pill mengatakan kebijakan moneter perlu bersifat restriktif agar inflasi kembali ke sasarannya. Di Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya tidak berusaha untuk menaklukkan, menduduki atau memerintah Gaza setelah perang melawan Hamas tetapi pemerintahan sipil perlu dibentuk di Gaza dan Israel akan memastikan terjadinya serangan seperti pada 7 Oktober tidak terjadi lagi.