Treasury berada di bawah tekanan di awal sesi pada hari Senin, tetapi kembali menguat sepanjang hari perdagangan. Harga obligasi naik jauh dari titik terendah sebelumnya, ditutup datar untuk sesi kedua berturut-turut. Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi tenor sepuluh tahun, yang bergerak berlawanan dengan harganya, naik tipis kurang dari satu basis poin menjadi 4,632 persen setelah mencapai level tertinggi di 4,696 persen. Obligasi Treasury sebelumnye melemah sebagai reaksi terhadap berita bahwa lembaga pemeringkat kredit Moody's telah menurunkan prospeknya untuk obligasi AS menjadi negatif dari stabil di tengah kekhawatiran atas kemungkinan penutupan pemerintah. Moody's menegaskan kembali peringkat kredit AS pada Aaa, tetapi menyatakan pihaknya "memperkirakan bahwa 'defisit fiskal AS akan tetap sangat besar, sehingga secara signifikan melemahkan keterjangkauan utang." Tekanan jual sebagian diimbangi oleh laporan dari Federal Reserve New York yang menunjukkan sedikit penurunan ekspektasi inflasi konsumen. The Fed New York menyatakan ekspektasi inflasi menurun dalam jangka waktu satu tahun dan lima tahun ke depan pada bulan Oktober, masing-masing turun menjadi 3,6 persen dari 3,7 persen dan menjadi 2,7 persen dari 2,8 persen. Namun, aktivitas perdagangan secara keseluruhan masih lemah karena para trader menantikan rilis data inflasi utama dalam beberapa hari mendatang. Data inflasi dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap prospek suku bunga, dimana para trader belum lama ini menyatakan optimisme bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunga. Perdagangan pada hari Selasa kemungkinan besar akan didorong oleh reaksi terhadap laporan Departemen Tenaga Kerja mengenai inflasi harga konsumen di bulan Oktober.