Harga minyak turun lebih rendah hari Kamis setelah data menunjukkan kenaikan tajam pada pasokan minyak mentah AS dan kenaikan signifikan pada produksi minyak.
Investor juga gelisah mengenai kelemahan jangka panjang dalam sektor properti Tiongkok dan kemungkinan akan mempengaruhi permintaan bahan bakar.
Saham minyak mentah Acuan Brent turun 0,7 persen menjadi $80,63 per barel sementara itu saham minyak mentah WTI turun setengah persen di $76,26.
Menurut data yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) AS, pasokan minyak mentah di AS naik 17,5 juta barel dalam dua minggu terakhir. Saham minyak mentah naik 3,6 juta barel minggu lalu menjadi 421,9 juta barel, dua kali dari kenaikan yang diperkirakan.
Data EIA juga menunjukkan produksi minyak mentah AS berada pada rekor 13,2 juta barel per hari.
Selain itu, kekhawatiran permintaan Tiongkok terbebani setelah data menunjukkan harga rumah di negara tersebut sebagian besar turun pada delapan tahun bulan Oktober akibat permintaan lemah.
Pertumbuhan ekspor Jepang melambat pada Oktober dan harga rumah baru China turun selama bulan keempat berturut-turut, kembali menumbuhkan kekhawatiran mengenai pertumbuhan global yang lambat.
Dolar mempertahankan perdagangan Eropa setelah melihat kenaikan tajam pada dua sesi sebelumnya.