Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Singapura Memangkas Prospek Pertumbuhan 2023

back back next
typeContent_19130:::2023-11-22T08:16:00

Singapura Memangkas Prospek Pertumbuhan 2023

Singapura mengurangi perkiraan pertumbuhan untuk tahun ini mengutip permintaan luar negeri yang melemah namun laju ekspansi diperkirakan akan meningkat tahun depan dengan pemulihan perekonomian global.

Menginat kinerjanya dalam tiga kuartal pertama serta kondisi dalam dan luar negeri, Kementerian Perdagangan dan Industri mengatakan bahwa perekonomian ditetapkan akan meningkat sekitar 1,0 persen tahun ini, dibandingkan dengan prospek sebelumnya dari 0,5 hingga 1,5 persen.

Ekonomi negara tersebutu diprakirakan akan meluas 1,0 menjadi 3,0 persen pada 2024 seiring pertumbuhan ekonomi utama ditetapkan akan naik bertahap pada paruh kedua. Perekonomian Singapura berkembang 1,1 persen pada basis tahunan di kuartal ketiga, lebih cepat dari kenaikan 0,5 persen di kuartal sebelumnya, data resmi yang dirilis terungkap.

Angka kuartal ketiga direvisi naik dari 0,7 persen yang sebelumnya diperkirakan.

Pada basis penyesuaian musiman per kuartal, produk domestik bruto naik 1,4 persen, melaju dari ekspansi 0,1 persen di kuartal sebelumnya, dan juga lebih baik dari estimasi awal di 1,0 persen.

Meski pertumbuhan ekonomi naik dengan kuat, kekuatan ini tidak mungkin akan bertahan, ujar Gareth Leather, Ekonom di Capital Economics.

Leather memperhitungkan bahwa kombinasi permintaan global yang lemah dan suku bunga yang tinggi akan menyebabkan pertumbuhan melambat dalam beberapa kuartal mendatang.

Monetary Authority of Singapore telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan muncul setengah dari kerendahan 0,5-1,5 persen kisaran prakiraan pada 2023.

Pada Oktober, bank telah mempertahankan suku bunga tidak berubah seiring pengaturan saat ini dinilai menjadi 'cukup ketat' untuk mengurangi inflasi yang diimpor dan mengurangi tekanan biaya dalam negeri.

Dari sisi produksi, industri layanan, informasi dan komunikasi, dan perdagangan grosir lainnya berkontribusi terhadap sebagian besar pertumbuhan PDB, data menunjukkan.

Industri jasa lain mencatat pertumbuhan tahunan 4,4 persen. Sektor informasi dan komunikasi meningkat 5,6 persen dan perdagangan grosir naik 1,2 persen.

Perdagangan ritel naik 2,2 persen dan sektor transportasi dan simpanan bergerak naik 1,1 persen.

Sektor akomodasi dan sektor jasa makanan dan minuman masing-masing meningkat 12,9 persen dan 3,5 persen. Sektor keuangan dan asuransi semakin meningkat 1,5 persen dan sektor real estate mencatat pertumbuhan 3,4 persen.

Produksi sektor konstruksi naik 6,3 persen, sementara itu manufaktur merosot 4,6 persen.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...