Harga minyak turun tajam pada hari Kamis untuk memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah tanda-tanda peningkatan persediaan AS dan di tengah kekecewaan atas penundaan pertemuan tingkat menteri OPEC+. Minyak mentah berjangka Brent turun 1,6 persen menjadi $80,67 per barel, sementara minyak mentah berjangka WTI turun 1,5 persen menjadi $75,97. Kekhawatiran pasokan meningkat setelah kelompok OPEC+ menunda pertemuannya selama empat hari karena ketidaksepakatan mengenai tingkat produksi. Pertemuan tersebut kini ditunda hingga 30 November. OPEC belum memberikan alasan mengenai penundaan tersebut. Namun laporan media menunjukkan bahwa Arab Saudi kesulitan meyakinkan Angola dan Nigeria agar menerima target produksi yang lebih rendah. Tanda-tanda peningkatan stok minyak mentah AS juga membebani harga. Data yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah, di luar cadangan strategis, meningkat sebesar 8,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 November, jauh lebih tinggi dari perkiraan kenaikan sekitar 1,2 juta barel. Data EIA juga menunjukkan bahwa stok bensin melonjak 749.000 barel pada minggu lalu, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sekitar 150.000 barel, sementara stok sulingan turun sebesar 1,02 juta barel pada minggu tersebut, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan sebesar 761.000 barel.