Seperti yang diperkirakan sebelumnya, perekonomian Jerman mengalami sedikit kontraksi pada kuartal ketiga dengan konsumsi rumah tangga yang biasanya menjadi penopang pertumbuhan kini bertindak sebagai penghambat.
Dengan mengonfirmasi angka-angka awal, data rinci dari kantor statistik Destatis menunjukkan pada hari Jumat bahwa produk domestik bruto menyusut 0,1% secara kuartalan.
Performa ekonomi tersebut hampir stagnan dalam dua kuartal pertama tahun ini dengan pertumbuhan yang datar pada kuartal pertama dan kenaikan 0,1% pada kuartal kedua.
Pengeluaran rumah tangga turun 0,3% setelah naik 0,2% pada periode sebelumnya. Sementara itu, belanja pemerintah tumbuh untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun, naik 0,2%.
Kontribusi positif datang dari pembentukan modal tetap bruto. Investasi pada mesin dan peralatan naik sebesar 1,1% dan investasi pada konstruksi naik 0,4%.
Ekspor barang dan jasa turun 0,8%. Pada saat yang sama, impor turun lebih tajam sebesar 1,3%. Ekspor bersih naik 0,9%.
PDB yang disesuaikan dengan kalender mengalami kontraksi 0,4% per tahun setelah naik 0,1% pada kuartal kedua. Ukuran ini awalnya diperkirakan turun 0,3%.
Penurunan tahunan dalam PDB yang disesuaikan dengan harga mengalami kenaikan dua kali lipat menjadi 0,8% dari 0,4%.
"Data hari ini tidak akan banyak membantu untuk mengakhiri perdebatan mengenai apakah perekonomian Jerman kembali menjadi sick man Eropa," ujar ekonom ING, Carsten Brzeski.
"Bagaimanapun, perekonomian Jerman telah menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi zona euro."
Prakiraan untuk perekonomian Jerman menunjukkan bahwa akan ada penurunan kembali pada kuartal keempat sebelum mengalami sedikit peningkatan output ekonomi pada kuartal keempat tahun 2024.
Komisi Eropa telah memproyeksikan bahwa perekonomian Jerman akan menyusut sebesar 0,3% pada tahun 2023 sebelum naik 0,8% pada tahun 2024 dan 1,2% pada tahun 2025.