Pada Desember 2023, produksi pertambangan di Afrika Selatan mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan data yang diperbarui pada 13 Februari 2024, angka produksi pertambangan saat ini hanya mencapai 0.6%. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni November 2023, ketika produksi pertambangan mencapai 6.9%.
Penurunan produksi pertambangan ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kendala operasional, perubahan kebijakan pemerintah, atau fluktuasi harga global untuk komoditas tambang utama. Sebagai salah satu negara penghasil tambang terbesar di dunia, ini bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Afrika Selatan.
Para ahli ekonomi dan investor akan terus memperhatikan perkembangan produksi pertambangan di Afrika Selatan, karena angka ini dapat memberikan indikasi tentang kesehatan ekonomi negara tersebut dan juga dapat mempengaruhi harga komoditas di pasar internasional.