Prediksi untuk pembukaan saham India pada hari Selasa mengisyaratkan sedikit kenaikan. Kecenderungan positif ini berasal dari isyarat yang diambil dari pasar-pasar Asia lainnya yang menguat. Para investor juga mengantisipasi pertemuan kebijakan Reserve Bank of India (RBI) yang akan datang dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat.
Pasar India memulai tahun keuangan 2025 dengan catatan yang kuat, berkat kenaikan indeks acuan seperti Sensex dan Nifty masing-masing sebesar 0,5% dan 0,6%. Lonjakan ini terutama didorong oleh saham-saham logam.
Sejalan dengan kabar baik tersebut, sebuah pengumuman resmi mengungkapkan lonjakan 11,5% dari tahun ke tahun dalam pengumpulan Pajak Barang dan Jasa (GST) India untuk bulan Maret 2024, sebesar 1,78 lakh crore Rupee.
Pasar saham Asia mencerminkan pola pertumbuhan yang serupa pada pembukaan kembali setelah liburan.
Di sisi pasar internasional, dolar AS mempertahankan posisi stabil di dekat rekor tertinggi selama empat setengah bulan terakhir terhadap mata uang utama lainnya. Sementara itu, emas tetap berada di bawah $2250 per ounce dan minyak terus mendekati level tertinggi dalam lima bulan. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah dan terbatasnya pasokan dari Meksiko.
Meningkatnya ketegangan geopolitik mengakibatkan kehancuran konsulat Iran di Suriah, yang diduga akibat serangan udara Israel. Insiden ini mengakibatkan tewasnya dua jenderal dan lima perwira Iran.
Di sisi lain, saham-saham AS kehilangan keuntungan awal dan berakhir dengan kondisi yang beragam. Penyebab ketidakpastian ini adalah data manufaktur yang kuat dan tanda-tanda kenaikan harga komponen yang ditemukan dalam laporan ISM. Tanda-tanda ini memicu kekhawatiran akan inflasi yang terus berlanjut yang mengurangi harapan untuk penurunan suku bunga di bulan Juni.
Para investor juga bereaksi terhadap rilis data inflasi PCE pada hari Jumat. Komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang menyatakan bahwa bank sentral AS tidak melihat adanya kebutuhan untuk penurunan suku bunga, juga mempengaruhi perilaku investor.
Akibatnya, Dow turun 0,6% dan S&P 500 turun 0,2%. Namun, Nasdaq Composite, pasar yang berfokus pada teknologi, naik tipis 0,1%.
Pada hari Senin, pasar-pasar utama Eropa tetap tutup untuk memperingati hari libur Paskah.