Saham Eropa ditutup lebih rendah pada Kamis karena laporan pendapatan yang mengecewakan mengalahkan optimisme terkait potensi penurunan suku bunga, menyebabkan sentimen pasar yang hati-hati.
Data dari Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa inflasi harga konsumen pada bulan April meningkat pada laju yang lebih lambat dari yang diperkirakan, meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Sementara itu, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mulai mengurangi suku bunga dari rekor tertinggi mulai bulan Juni, dengan proyeksi hingga tiga kali pemotongan suku bunga dalam tahun ini.
Indeks Stoxx 600 pan-Eropa turun 0,21%. FTSE 100 Inggris turun 0,08%, sementara DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing turun 0,69% dan 0,63%. Sebaliknya, SMI Swiss naik 0,4%.
Di tempat lain di Eropa, pasar di Austria, Belgia, Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol, dan Swedia berakhir di wilayah negatif. Finlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Rusia, dan Turki ditutup lebih tinggi, sementara Denmark dan Belanda berakhir datar.
Di Inggris, saham BT Group melonjak lebih dari 17% setelah pengumuman strategi CEO baru untuk lebih dari dua kali lipat arus kas bebas dalam lima tahun ke depan. Saham Future Plc melonjak 19% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham hingga £45 juta ($57,1 juta) dan melaporkan kembali ke pertumbuhan pada kuartal terakhir. Saham Burberry Group naik sekitar 3,5%, sementara saham lain yang naik seperti Prudential, Rio Tinto, Diploma, Phoenix Group Holdings, dan Vodafone Group mengalami kenaikan berkisar antara 1% hingga 3%.
Namun, saham Sage Group anjlok hampir 10% meskipun kinerja semester pertama kuat. Saham EasyJet jatuh 6% setelah melaporkan kerugian pra-pajak yang lebih besar dari yang diperkirakan sebesar £350 juta ($443 juta) untuk paruh pertama tahun ini. Saham Convatec Group turun 4,1%, dan Kingfisher, Croda International, Pearson, Entain, dan lainnya mengalami kerugian berkisar antara 1% hingga 3%.
Di Jerman, saham Siemens turun sekitar 7% setelah penurunan pendapatan kuartal kedua untuk bisnis industrianya. BMW, Sartorius, dan Daimler Truck Holding turun antara 5% hingga 6%, dan HeidelbergCement, Infineon, Bayer, Brenntag, dan Symrise turun antara 1,6% hingga 2,5%. Deutsche Bank, Covestro, BASF, dan Siemens Energy juga ditutup lebih rendah secara signifikan.
Di Prancis, saham seperti Safran, Schneider Electric, TotalEnergies, Eurofins Scientific, Saint-Gobain, Bouygues, Michelin, Dassault Systemes, Accor, Edenred, dan Stellantis mengalami kerugian antara 1% hingga 2%. Namun, ArcelorMittal naik hampir 2%, dengan Kering, Thales, Publicis Groupe, Carrefour, Pernod Ricard, dan Vivendi mencatatkan kenaikan signifikan.