Labcorp Meluncurkan Tes Skrining Preeclampsia Trimester Pertama yang Revolusioner
Laboratory Corporation of America Holdings (LH), yang dikenal luas sebagai Labcorp, telah memperkenalkan tes skrining preeclampsia trimester pertama yang inovatif yang sekarang tersedia di Amerika Serikat. Tes terobosan ini dirancang untuk mengevaluasi risiko preeclampsia sebelum 34 minggu kehamilan, menawarkan manfaat substansial bagi wanita hamil, terutama mereka yang memiliki risiko rendah hingga sedang dan yang mengalami kehamilan pertama mereka.
Preeclampsia adalah kondisi serius yang ditandai oleh tekanan darah tinggi selama kehamilan atau periode postpartum, yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap kesehatan ibu secara global. Di AS, sekitar satu dari 25 kehamilan dipengaruhi oleh preeclampsia, dengan wanita non-Hispanik kulit hitam menghadapi risiko 60% lebih besar dibandingkan dengan wanita kulit putih.
Tes skrining ini mendeteksi dan mengukur empat biomarker yang terkait dengan risiko preeclampsia: hormon faktor pertumbuhan plasenta (PIGF), protein plasma terkait kehamilan-A (PAPP-A), tekanan arteri rata-rata, dan indeks pulsatilitas arteri uterin (UtAPI). Dr. Brian Caveney, kepala petugas medis dan ilmiah Labcorp, menekankan dampak mendalam dari identifikasi dini preeclampsia dalam mencapai kehamilan dan persalinan yang lebih sehat, mencatat bahwa banyak kasus sebenarnya dapat dicegah.
Secara khusus, tes skrining baru Labcorp diklasifikasikan sebagai tes yang dikembangkan oleh laboratorium (LDT), sehingga tidak memerlukan persetujuan FDA untuk penerapannya. Labcorp secara aktif berkolaborasi dengan penyedia asuransi kesehatan untuk memastikan cakupan untuk tes ini, yang dihargai sekitar $240. Perkembangan ini sangat penting, karena preeclampsia biasanya muncul setelah 20 minggu kehamilan.
Selain itu, Labcorp memperkenalkan tes darah yang disetujui FDA pada bulan Januari untuk penilaian dan manajemen preeclampsia parah selama trimester kedua dan ketiga, lebih lanjut memperluas portofolio solusi kesehatan maternalnya.