Federal Reserve Amerika Serikat baru saja mengumumkan penurunan suku bunga acuannya dari 4.75% menjadi 4.50% pada 18 Desember 2024. Kebijakan moneter ini menandai perubahan arah setelah periode di mana suku bunga relatif stabil di 4.75%.
Keputusan untuk menurunkan suku bunga ini bisa menjadi indikasi kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi yang mungkin sedang dihadapi oleh AS. Penurunan suku bunga sering kali digunakan sebagai alat untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah bagi konsumen dan bisnis.
Namun, langkah ini juga datang dengan tantangan tersendiri. Dengan suku bunga yang lebih rendah, ada risiko bahwa inflasi bisa meningkat jika permintaan konsumen dan tingkat belanja tidak sesuai dengan pertumbuhan penawaran barang dan jasa. Federasi Reserve harus berhati-hati dalam menyeimbangkan antara merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Para analis dan pelaku pasar akan memantau dengan saksama dampak dari keputusan ini dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh The Fed selanjutnya dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.