Pasokan uang M3 Selandia Baru mengalami penurunan pada Januari 2025 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Menurut data terbaru yang diperbarui pada 28 Februari 2025, indikator M3 tercatat berhenti di angka 426.999 miliar. Sebelumnya, pada Desember 2024, angka ini berada pada level 430,1 miliar.
Penurunan dalam pasokan uang M3, yang meliputi uang tunai, deposito, dan aset likuid lainnya, dapat memberikan indikasi mengenai kondisi likuiditas di pasar keuangan serta potensi perubahan dalam kebijakan moneter oleh otoritas keuangan Selandia Baru. Penurunan ini bisa menandakan bahwa ada pengurangan dalam jumlah uang yang beredar di masyarakat, yang mungkin disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kebijakan bank sentral atau perubahan dalam tingkat bunga.
Dengan penurunan ini, pihak pengambil kebijakan ekonomi akan terus memantau situasi dan menganalisis dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan, serta mendiskusikan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.