Indeks dolar melonjak melewati 104,3 pada hari Rabu, menandai level tertinggi dalam tiga minggu, didorong oleh data ekonomi yang lesu dan ketidakpastian yang terus berlanjut terkait kebijakan perdagangan AS. Statistik terbaru menunjukkan bahwa pesanan baru untuk barang modal non-pertahanan, tidak termasuk pesawat—indikator penting investasi bisnis—secara tak terduga menurun setelah tiga bulan berturut-turut mengalami peningkatan. Selain itu, kepercayaan konsumen jatuh pada hari Selasa ke titik terendah dalam lebih dari empat tahun, menyoroti kekhawatiran yang meningkat di kalangan rumah tangga. Menambah kewaspadaan pasar, investor dengan antusias menantikan rincian tentang potensi tarif baru AS, dengan Presiden Trump bersiap untuk mengumumkan langkah-langkah yang menargetkan sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi minggu depan. Di tengah berbagai ketidakpastian ini, para pedagang mengadopsi sikap defensif, sehingga memperkuat peran dolar sebagai aset safe-haven. Perhatian juga tertuju pada laporan indeks harga PCE hari Jumat, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve.