Pada hari Rabu, indeks dolar turun di bawah 103,9 saat para pedagang bereaksi terhadap pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump. Dijuluki "Hari Pembebasan," Trump memperkenalkan tarif yang luas yang dirancang untuk mendefinisikan ulang hubungan perdagangan Amerika Serikat. Langkah-langkah ini mencakup tarif dasar sebesar 10% pada semua impor, dengan tarif yang lebih tinggi dikenakan pada negara-negara dengan surplus perdagangan dengan AS. Contoh penting termasuk China sebesar 34%, Uni Eropa sebesar 20%, dan Jepang sebesar 24%. Selain itu, tarif baru sebesar 25% pada semua mobil yang diproduksi di luar negeri telah diberlakukan dengan segera. Trump mendukung tarif ini sebagai langkah penting untuk menghidupkan kembali manufaktur domestik dan mengurangi defisit perdagangan.
Dalam berita ekonomi, laporan ADP menunjukkan peningkatan yang kuat sebanyak 155.000 pekerjaan di sektor swasta untuk bulan Maret, melebihi ekspektasi. Sebaliknya, laporan JOLTS menunjukkan penurunan lowongan pekerjaan menjadi 7,57 juta, menandakan potensi perlambatan ekonomi. Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke data nonfarm payrolls yang akan datang pada hari Jumat untuk mendapatkan wawasan tentang keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan datang.