Korea Selatan mengumumkan peningkatan paket dukungan untuk industri semikonduktor menjadi KRW 33 triliun, naik dari KRW 26 triliun yang diumumkan tahun lalu. Keputusan strategis ini merupakan respons terhadap persaingan yang semakin ketat dari China dan ketidakpastian kebijakan yang ada di bawah pemerintahan AS saat ini. Sebagai bagian dari inisiatif ini, bantuan keuangan yang secara khusus dialokasikan untuk sektor semikonduktor akan meningkat menjadi KRW 20 triliun, naik dari KRW 17 triliun sebelumnya. Tujuan utama dari dukungan ini adalah untuk mengurangi tekanan persaingan global yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Korea Selatan. Menteri Keuangan Choi Sang-mok menekankan bahwa Korea Selatan berniat untuk "secara aktif berkonsultasi dengan AS" terkait investigasi Section 232 terhadap impor semikonduktor dan biofarmasi, dengan tujuan untuk mengurangi dampak negatif pada industri lokal. Pengumuman ini datang setelah langkah-langkah dukungan mendesak yang diperkenalkan minggu lalu untuk sektor otomotif, yang dirancang untuk mengatasi dampak tarif AS pada ekspor mobil Korea Selatan.