Pada hari Senin, won Korea Selatan jatuh melewati 1.440 per dolar, melanjutkan penurunannya dari minggu sebelumnya akibat kekuatan dolar AS yang terus berlanjut di tengah meredanya ketegangan perdagangan AS-Cina. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk melonggarkan tarif 145% pada barang-barang Cina, sementara Cina membalas dengan menghapus beberapa produk Amerika dari tarif 125% mereka. Meskipun demikian, depresiasi won agak teredam setelah pertemuan baru-baru ini antara AS dan Korea Selatan. Selama pertemuan ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan diskusi tersebut sebagai "sangat sukses." Baru-baru ini, AS dan Korea Selatan mencapai kesepakatan untuk mengejar paket pelonggaran tarif yang dijadwalkan untuk bulan Juli, dengan negosiasi yang diharapkan akan berfokus pada sektor-sektor penting seperti otomotif, pembuatan kapal, energi, dan kebijakan mata uang. Di dalam negeri, para investor menantikan serangkaian rilis data ekonomi dalam beberapa hari mendatang—termasuk angka-angka tentang output industri, penjualan ritel, perdagangan, dan inflasi—untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi Korea Selatan di tengah pengaruh kebijakan tarif AS yang sedang berlangsung.