Imbal hasil pada obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun tetap stabil di sekitar 4,24% pada hari Senin, saat para investor bersiap untuk laporan ekonomi penting yang akan dirilis minggu ini. Laporan-laporan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang dampak awal dari tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Para pelaku pasar sangat fokus pada laporan pekerjaan bulan April yang akan dirilis pada hari Jumat, bersama dengan angka PDB kuartal pertama dan indeks inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang menjadi pilihan Federal Reserve yang akan dirilis pada hari Rabu. Jika data yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan Federal Reserve untuk menerapkan pemotongan suku bunga lebih cepat dari yang direncanakan. Saat ini, pasar memprediksi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, dengan total tiga kali pemotongan diharapkan terjadi sebelum akhir tahun. Pekan lalu, Presiden Trump mengisyaratkan keterbukaannya untuk melonggarkan tarif pada impor China, dan sebagai tanggapan, Beijing memilih untuk mengecualikan beberapa barang Amerika dari tarif tinggi sebesar 125%. Selain itu, Trump membalikkan pendiriannya sebelumnya tentang kemungkinan mengganti Ketua Fed Jerome Powell, sebuah langkah yang sebelumnya telah mengguncang kepercayaan investor terhadap aset AS.