Futures tembaga mengalami kenaikan 1%, mencapai sekitar $4,70 per pon pada hari Selasa. Kenaikan ini melanjutkan tren naik baru-baru ini, didorong oleh optimisme mengenai kemungkinan pembicaraan perdagangan mendatang antara Amerika Serikat dan China, yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan tarif. Di tengah perkembangan ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tidak ada rencana segera untuk berdialog dengan Presiden Xi Jinping minggu ini; namun, dia menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan pengurangan tarif signifikan sebesar 145% pada barang-barang China. Pekan lalu, China mengindikasikan kesiapan potensial untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan, tetapi menekankan bahwa Washington perlu terlebih dahulu menghapus semua tarif sepihak untuk menunjukkan itikad baik. Investor juga dengan cermat mengamati kemajuan pada potensi perjanjian perdagangan AS dengan India, Jepang, dan Korea Selatan, yang dapat mempengaruhi tren pasar yang lebih luas. Selain optimisme terkait perdagangan, harga tembaga juga didukung oleh penurunan persediaan di China, yang menunjukkan kondisi pasokan yang lebih ketat di salah satu konsumen logam terbesar di dunia.