Pada hari Senin, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik sekitar 6 basis poin mencapai 4,45%, menandai titik tertingginya dalam sekitar sebulan. Pergerakan naik ini didorong oleh peningkatan selera risiko yang diperbarui setelah pengumuman bahwa Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk secara signifikan mengurangi tarif. Menurut kesepakatan 90 hari tersebut, AS akan menurunkan tarif pada barang-barang China dari 145% menjadi 30%, sementara China akan mengurangi bea masuknya pada impor AS dari 125% menjadi 10%. Perkembangan ini telah membangkitkan kepercayaan investor, menunjukkan komitmen nyata dari kedua negara untuk meredakan ketegangan perdagangan. Sementara itu, fokus pasar kini beralih ke data inflasi penting yang akan datang, dengan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang siap memberikan wawasan tentang tren inflasi dan apakah dampak tarif sudah mempengaruhi kenaikan harga. Saat ini, para pedagang memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin tahun ini, dengan yang pertama kemungkinan terjadi pada bulan September, mengurangi dari tiga kali pemotongan suku bunga yang diharapkan hanya seminggu sebelumnya.