Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun melonjak hampir 10 basis poin, mencapai sekitar 1,45% pada hari Senin. Ini menandai level tertinggi dalam lebih dari lima minggu, didorong oleh meningkatnya selera risiko global setelah kesepakatan signifikan antara AS dan China untuk memangkas tarif secara signifikan. Hasil positif ini berasal dari diskusi perdagangan yang berhasil selama akhir pekan di Swiss, yang meredakan ketegangan geopolitik dan secara bersamaan mengurangi permintaan untuk aset safe-haven seperti obligasi pemerintah Jepang. Sebagai bagian dari kesepakatan awal, tarif AS pada produk China akan diturunkan dari 145% menjadi 30%, sementara tarif China pada impor Amerika akan berkurang dari 125% menjadi 10%. Perkembangan ini dianggap sebagai langkah penting menuju de-eskalasi konflik perdagangan yang berkepanjangan. Investor mengamati dengan cermat perkembangan diskusi perdagangan AS-Jepang, dengan Tokyo menargetkan untuk menyelesaikan kesepakatan pada bulan Juni. Di dalam negeri, Jepang melaporkan surplus neraca berjalan sebesar JPY 3,45 triliun pada bulan Maret, mengalami penurunan dari rekor JPY 4,06 triliun pada bulan Februari, namun masih menunjukkan posisi ekonomi eksternal yang kuat.