Yen Jepang mengalami penurunan signifikan, mencapai hampir 148 per dolar pada hari Senin, menandai posisi terendah dalam satu bulan. Kelemahan ini disebabkan oleh penurunan permintaan untuk aset safe-haven setelah Amerika Serikat dan China membuat kemajuan dalam pembicaraan dagang mereka. Selama akhir pekan di Swiss, kedua negara sepakat untuk secara substansial menurunkan tarif, yang menandai langkah besar menuju penyelesaian konflik dagang mereka yang berkepanjangan. Berdasarkan kesepakatan awal, tarif AS pada impor China akan turun dari 145% menjadi 30%, sementara China akan memangkas tarif pada barang-barang AS dari 125% menjadi 10%. Meskipun ada perkembangan ini, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengindikasikan bahwa tarif dasar 10% pada produk dari negara lain diperkirakan akan "tetap berlaku untuk masa mendatang." Selain itu, investor terus memantau dengan cermat diskusi dagang yang sedang berlangsung antara AS dan Jepang, karena Tokyo berupaya mencapai kesepakatan potensial pada bulan Juni. Di dalam negeri, Jepang melaporkan surplus neraca berjalan sebesar JPY 3,45 triliun pada bulan Maret, yang mengikuti surplus rekor sebesar JPY 4,06 triliun pada bulan Februari.