Futures minyak mentah WTI melonjak sekitar 3,2%, ditutup pada $59,9 per barel pada hari Kamis. Kenaikan ini didorong oleh gelombang optimisme seputar potensi kemajuan dalam diskusi perdagangan mendatang antara Amerika Serikat dan China, yang merupakan pengaruh signifikan pada konsumsi minyak global. Optimisme ini muncul setelah laporan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu dengan pejabat ekonomi tertinggi China pada 10 Mei di Swiss untuk merundingkan resolusi atas perselisihan dagang yang sedang berlangsung. Ketegangan yang terus-menerus antara AS dan China telah memicu kekhawatiran tentang penurunan permintaan minyak mentah global, tetapi tanda-tanda keterlibatan diplomatik telah membantu meredakan kekhawatiran pasar. Selain itu, pengumuman perjanjian dagang antara AS dan Inggris turut berkontribusi pada pandangan positif. Di sisi pasokan, OPEC+ memiliki rencana untuk meningkatkan produksi, yang berpotensi membatasi kenaikan harga lebih lanjut. Selain itu, pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, termasuk potensi implikasi dari perjanjian nuklir AS-Iran terhadap tingkat pasokan.