Pada hari Kamis, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun meningkat hampir 5 basis poin, mencapai 4,32%. Kenaikan ini terjadi seiring dengan membaiknya sentimen investor setelah pengumuman perjanjian dagang antara AS dan Inggris, yang dianggap sebagai langkah awal menuju meredakan ketegangan perdagangan global. Meskipun rincian akhir masih dalam proses penyelesaian, Presiden Trump menggambarkan perjanjian tersebut sebagai "kesepakatan yang hebat," menyoroti bahwa Inggris telah setuju untuk mengurangi atau menghilangkan beberapa hambatan non-tarif yang sebelumnya merugikan produk AS. Sementara itu, pejabat dari AS dan China dijadwalkan bertemu di Swiss pada akhir pekan untuk pembicaraan perdagangan lebih lanjut. Mengenai kebijakan moneter, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah, sesuai dengan ekspektasi. Namun, Ketua Jerome Powell menunjukkan adanya peningkatan risiko terkait inflasi dan pengangguran. Dia juga menolak gagasan pemotongan suku bunga secara preemptif untuk mengurangi kemungkinan dampak ekonomi dari tarif yang diusulkan oleh Trump.