Pada hari Senin, imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor 10 tahun tetap stabil di sekitar 1,69%, saat para investor mengevaluasi potensi meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China bersamaan dengan data ekonomi terbaru. Laporan menunjukkan bahwa Beijing telah memberikan persetujuan sementara untuk ekspor bahan tanah jarang, dan Boeing yang berbasis di AS melanjutkan pengiriman jet komersial ke China. Minggu ini, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan tim perdagangannya di London untuk pembicaraan perdagangan yang diperbarui. Secara bersamaan, kekhawatiran deflasi yang meningkat memberikan tekanan pada imbal hasil, dengan harga konsumen China menurun untuk bulan keempat berturut-turut dan harga produsen mengalami penurunan paling tajam dalam hampir dua tahun. Perkembangan ini menyoroti keberhasilan terbatas Beijing dalam meningkatkan permintaan domestik. Skenario ini sejalan dengan data perdagangan terbaru, yang menunjukkan penurunan impor akibat konsumsi yang lemah, bersamaan dengan pertumbuhan ekspor yang gagal memenuhi perkiraan, meskipun ada gencatan perdagangan sementara dengan AS. Meskipun demikian, China mencatat surplus perdagangan sebesar USD 103 miliar, melampaui ekspektasi.