Pada Senin pagi, pasar saham Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 86 poin, atau 0,7%, membawa indeks NZX 50 ke angka 12.483. Penurunan ini mencerminkan penurunan pada futures saham AS setelah Amerika Serikat melakukan serangan terhadap situs nuklir di Iran pada Sabtu malam (waktu AS). Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut untuk NZX 50, membawanya ke titik terendah sejak 3 Juni, setelah penutupan pada hari Jumat dalam rangka perayaan Hari Matariki. Menanggapi aksi militer AS, parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur pengiriman penting pada hari Minggu, memperburuk sentimen pasar yang bearish. Penutupan semacam itu mengancam untuk mengganggu rantai pasokan minyak global secara signifikan. Selain itu, ketidakpastian yang ada seputar perdagangan global terus memicu kehati-hatian pasar. Secara keseluruhan, sebagian besar sektor mencatat kerugian, termasuk industri, keuangan, kesehatan, dan utilitas. Penurunan signifikan terlihat pada Auckland International Airport yang turun 2,4%, Infratil turun 1,6%, Port of Tauranga turun 1,3%, Meridian Energy turun 1,1%, Fisher & Paykel turun 0,7%, dan Freightways turun 0,5%. Selain itu, baik Ebos Group maupun Mainfreight mengalami penurunan sebesar 0,4%.